Memasuki tahun anggaran 2026, proyek tersebut kini telah berada pada tahap III yang difokuskan pada penyelesaian atau finishing bangunan utama serta fasilitas pendukung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, total anggaran yang digelontorkan untuk kelanjutan pembangunan Islamic Center pada tahun ini mencapai sekitar Rp46 miliar. Anggaran tersebut terbagi dalam dua paket besar, yakni pembangunan lanjutan tahap III dan pembangunan fasilitas penunjang.
Porsi terbesar dialokasikan untuk pengerjaan bangunan utama dengan nilai sekitar Rp36 miliar.
Sementara itu, sisanya digunakan untuk pembangunan sarana pendukung yang menunjang fungsi kawasan Islamic Center secara keseluruhan.
Proses pengerjaan proyek ini dijadwalkan berjalan selama beberapa bulan, dimulai dari tahapan tender hingga pelaksanaan konstruksi yang ditargetkan rampung pada Oktober 2026.
Kepala Dinas PUTR Batanghari sebelumnya juga menegaskan bahwa pada tahun 2026 ini pembangunan telah memasuki tahap akhir. Fokus utama adalah memastikan bangunan masjid utama dapat segera difungsikan oleh masyarakat.
“Targetnya minimal masjid utama sudah bisa digunakan. Sementara fasilitas lain akan menyusul secara bertahap sesuai kemampuan anggaran,” ungkapnya.
Diketahui, pembangunan Islamic Center Batanghari dilakukan secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir. Tahap awal dimulai dari pekerjaan pondasi, dilanjutkan dengan pembangunan struktur utama pada tahap kedua, hingga kini masuk tahap finishing.
Meski sempat menghadapi berbagai kendala, termasuk faktor cuaca dan teknis di lapangan, pemerintah daerah tetap optimistis proyek ini dapat diselesaikan sesuai target.
Keberadaan Islamic Center ini nantinya tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.
Dengan kucuran anggaran yang tidak sedikit, publik berharap proses pembangunan berjalan transparan, tepat waktu, dan menghasilkan bangunan berkualitas yang benar-benar menjadi kebanggaan masyarakat Batanghari.(Mr,S)
