Menurut keterangan beberapa wali murid, pihak sekolah menyampaikan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk membeli alat drumband sebagai penunjang kegiatan ekstrakurikuler dan penampilan sekolah dalam berbagai acara. Meski demikian, tidak semua orang tua merasa kebijakan ini adil.
“Kalau sifatnya wajib, seharusnya dipertimbangkan kondisi ekonomi orang tua. Tidak semua mampu, meskipun boleh dicicil,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Di sisi lain, pihak sekolah menyatakan bahwa program drumband bertujuan untuk mengembangkan bakat siswa di bidang seni dan meningkatkan prestasi sekolah. Sekolah juga mengklaim telah memberikan opsi pembayaran secara bertahap untuk meringankan beban orang tua.
Namun, sebagian orang tua berharap kebijakan tersebut dapat ditinjau ulang, terutama terkait kewajiban pembayaran. Mereka mengusulkan agar iuran bersifat sukarela atau didukung oleh dana lain seperti bantuan sekolah atau sponsor.
Hingga saat ini, belum ada keputusan lebih lanjut dari pihak sekolah terkait kemungkinan perubahan kebijakan tersebut. (Hendra)
