Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Permintaan Mahasiswa di Tolak DPRD Sulut, Aksi Demo Berujung Tidak Kondusif

Selasa, 02 September 2025 | 07:24 WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-02T00:24:00Z

Sulut - Aksi demo dari mahasiswa di mulai sekitar pukul 13.30 Wita berkumpul di makam pahlawan (TMP) Kairagi manado. Senin (01/09/2025)


Menurut pantauan Digdayanews, peserta aksi demo berjalan kaki sambil membawa spanduk, dan menyanyikan lagu perjuangan menuju kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara (SULUT).


Sesampainya di depan kantor rakyat, mahasiswa di temui langsung oleh ketua DPRD Sulut Fransiskus Silangen dan sebelum membuka dialog ketua DPRD mendoakan mahasiswa agar dapat menyampaikan aspirasi mereka dengan baik menurut perundang undangan yang berlaku.


Selanjutnya peserta aksi demo diminta perwakilan mahasiswa untuk masuk ke gedung DPRD menyampaikan aspirasi mereka.


Tetapi mahasiswa menolak permintaan ketua dewan mahasiswa mengatakan bahwa "ini rumah rakyat kami harus masuk di rumah kami' ungkal peserta demo dari mahasiswa.

Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol. Roy ke Langie dan kapolres Manado kombes Pol.Irham Halid telah memimpin pengamanan dengan menggerakan TNI dan Polri, mereka berulang kali menghimbau pengunjuk rasa agar situasi kondusif dan  tertib, tidak terprovokasi.


Setelah melewati batas waktu yang di izinkan hingga pukul 18.00 wita, aparat mulai mengambil langka tegas dan terukur masa yang masih bertahan di lempari gas air mata dan di semprot water Cannon dan para demonstran membalas dengan melempari botol air mineral dan bendah lain ke arah aparat.


 Situasi semakin tidak terkendali ketika aparat mendorong masa agar menjauh dari gedung DPRD menuju jalan piere tendean (boulevard).


Kericuhan ini mengakibatkan  lumpuh total arus lalulintas di sekitar gedung DPRD Sulawesi Utara, sejumlah ruas jalan alternatif terpaksa di alihkan untuk mengurangi kemacetan. 


Situasi sudah mulai malam aparat keamanan masih melakukan penghalauan terhadap masa yang masih mencoba bertahan dan melakukan perlawanan.


Pewarta: Jusuf Hontong